Penduduk setempat mempercayai Nyale memiliki
tuah yang dapat mendatangkan kesejahteraan bagi yang menghargainya dan
mudarat bagi orang yang meremehkannya.”Itulah yang berkembang selama
ini,” ujar seorang warga Lombok Tengah.
Tradisi menangkap Nyale (bahasa sasak
Bau Nyale) dipercaya timbul akibat pengaruh keadaan alam dan pola
kehidupan masyarakat tani yang mempunyai kepercayaan yang mendasar akan
kebesaran Tuhan, menciptakan alam dengan segala isinya termasuk
binatang sejenis Anelida yang disebut Nyale. Kemunculannya di pantai
Lombok Selatan yang ditandai dengan keajaiban alam sebagai rahmat Tuhan
atas makhluk ini.
Beberapa waktu sebelum Nyale keluar
hujan turun deras dimalam hari diselingi kilat dan petir yang
menggelegar disertai dengan tiupan angin yang sangat kencang.
Diperkirakan pada hari keempat setelah purnama, malam menjelang Nyale
hendak keluar, hujan menjadi reda, berganti dengan hujan rintik-rintik,
suasana menjadi demikian tenang, pada dini hari Nyale mulai menampakkan
diri bergulung-gulung bersama ombak yang gemuruh memecah pantai, dan
secepat itu pula Nyale berangsur-angsur lenyap dari permukaan laut
bersamaan dengan fajar menyingsing di ufuk timur.
Welcome
Pengikut
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar
mohon komentar yang positif thinking